A. Pengertian
IPv4 dan IPv6
1.
IPv4
Internet
protocol versi 4 (IPV4) adalah jenis jaringan yang digunakan didalam protocol
jaringa TCP/IP menggunaka IP versi 4. Oanjang totalnya adalah 32-bit dan s secara teoritis dapat mengatasi hingga 4
miliyar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host diseluruh dinia,
jumlah host diperoleh dari 256 ( diperoleh dari 8 bit) dipangkat 4 ( karena
terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 adalah
255.255.255.255. dimana nilai dihitung lebih dari nol sehingga nilai hist yang
dapat ditampung adalah 256.256.256.256 = 4.294.967.296 host Contoh IP versi 4
adalah 192.168.0.3.
2. IPV6
Internet protocol versi 6 (IPv6 )adalah Internet protocol yang akan
menggantikan versi protokol Internet saat ini, yaitu IPv4 (Internet
Protokol Versi 4) digunakan hampir 2 dekade. Alasan utama upgrading ke
Internet Protokol versi 6 adalah karena masalah IP Adress. Menurut InterNIC
mereka sudah habis alamat IP di kelas a dan kelas b dan sekarang ke kelas C.
Mereka tidak punya pilihan lain kecuali meng-upgrade internet protokol ke
Versi lebih baik dan tujuan konfigurasi IPv6 adalah untuk mengatasi masalah
keterbatasan.
B. Perbedaan IPv4 dan IPv6
1.
Fitur
o IPv4 :jumlah
alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas
yaitu 4.294.967.296 atau lebih dari 4 miliar alamat IP saja. NAT hanya mampu
memperlambat penggunaan tak berujung jumlah alamat IPv4, tapi tetap saja,
karena pada dasarnya IPv4 menggunakan 32 bit sehingga tidak mengimbangi
pertumbuhan dunia internet.
o IPv6 :Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10
^ 38 alamat IP yang unik. Sebuah jumlah yang sangat besar dan lebih dari cukup
untuk memecahkan masalah terbatasnya jumlah alamat di IPv4 secara permanen.
2.
Routing
o IPv4 :routing kinerja
menurun dengan ukuran pertumbuhan tabel routing. Penyebab pemeriksaan sundulan
MTU di setiap router dan hop switch.
o IPv6 :Dengan proses
routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan
untuk mengelola tabel routing yang besar.
3. Mobilitas
o IPv4 :dukungan untuk
mobilitas dibatasi oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke
jaringan yang lain.
o
IPv6 :memenuhi kebutuhan mobilitas
tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan yang lain mesih
mempertahankan kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan
aplikasi.
4. Keamanan
IPv4 :meskipun umum dalam mengamankan jaringan IPv4,IPsec header tambahan
pilihan fitur pada standar IPv4.
IPv6 :IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib
dalam implementasi IPv6 standar.
5. Ukuran header
IPv4 :ukuran dasar sundulan 20 oktet sundulan plus ukuran pilihan yang dapat
bervariasi
IPv6 : tetap ukuran header 40 oktet. Beberapa header IPv4 seperti
identification,flags,fragments diimbangi header checksum dan padding telah
dimodifikasi.
6.
Header checksum
IPv4 : ada sundulan checksum diperiksa oleh masing-masing switch ( perangkat
lapisan ke 3 )sehingga meningkatkan keterlambatan.
IPv6 :proses checksum tidak silakukan di tingkat header, tapi end-to-end.
Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai.
7. Fragmentasi
IPv4 : forum setiap hop yang .memperlambat kinerja router, proses menjadi lebih
kama jika ukuran paket data melampaui maxmimum transmission unit (MTU) paket
patah sebelum dipasang kebali di temoat tujuan.
IPv6 :hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Selain itu, ada
fitur MTU yang menentukan fragmentasi lebih tepat untuk menyesuaikan nilai MTU
terkecil yang terdapat dalam jartingan dari ujung ke ujung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar