Sabtu, 26 Januari 2019

10. JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL


JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL
A.    Jenis – jenis routing protocol jaringankomputer
Routing protocol adalahprotokoldalamjaringankomputer yang digunakanuntukmembroadcastdanmempelajarijaringan yang terhubungdanmempelajarirute (network path) yang tersedia.Dengan routing protocol, router yang berbedabisasalingbertukarinformasiantarasatu router dengan router laindanmendapatrute routing paling efisienketujuan.Jenis-jenis routing protocol pun beragam, diantaranya: OSPF, RIP, BGP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS. Bisadibilang, semuaprotokoltersebuttermasukkedalamjaringankomputer..
1. RIP (Routing Information Protocol)
RIP adalahprotokol yang memberikaninformasi routing table berdasarkan router yang terhubunglangsung. Kemudian, router selanjutnyaakanmemberikaninformasike router selanjutnya yang terhubunglangsungdengan router tersebut. Adapuninformasi yang diberikandalamprotokol RIP adalah: host, network, subnet, dan route default.
Protokolinimenggunakanalgoritma “distance vector”. Metric yang dilakukanpadaprotokoliniberdasarkan hop count untukpemilihanjalurterbaik.Jika hop count lebihdari 15, makapaket datagram akandibuangdantidakditeruskan. Update routing table padaprotokoliniakandilakukansecara broadcast setiap 30 detik.
protokol RIP initerbagimenjadiduabagian, yaitu:
  • RIPv1 (RIP versi 1)
    • Hanyamendukung routing class-full
    • Tidakada info subnet yang dimasukkandalam data perbaikan routing
    • Tidakmendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
    • Adanyafiturperbaikan routing broadcast
  • RIPv2 (RIP versi 2)
    • mendukung routing class-full dan class-less
    • info subnet dimasukkandalam data perbaikan routing
    • mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
    • adafiturperbaikan routing multicast
Secaraumum, RIPv2 tidakberbedajauhdengan RIPv1.Perbedaan yang adaterlihatpadainformasi yang diberikanantar router.Pada RIPv2, informasi yang dipertukarkanterdapatautentifikasi. Persamaan RIPv2 lainnyadengan RIPv1, yaitu:
  • Distance Vector Routing Protocol
  • Metric berupa hop count
  • Max hop count adalah 15
  • Menggunakan port 520
  • Menjalankan auto summary secara default
Sedangkanperbedaan RIPv2 dengan RIPv1 sebagaiberikut:
  • RIPv2 bersifat class-less routing protocol, yang artinya RIPv2 menyertakan field SM dalampaket update yang dikirimkansehingga RIPv2 dapatmendukung VLSM & CIDR
  • Mengirimkanpaket update &menerimapaket update versi 2
  • Mengirimkan update kealamat multicast yaitu 224.0.0.9
  • Auto Summary dapatdinonaktifkan
  • Mendukungfungsikeamananberupa authentication, yang dapatmencegah routing update dikirim / diterimadarisumber yang tidakterpercaya
Kelebihan Dari ProtokolRIP :
ü  Menggunakanmetode “Triggered Update”.
ü  Memiliki timer untukmengetahuikapan router haruskembalimemberikaninformasi routing.
ü  Jikaterjadiperubahanpadajaringan, sementarawaktupada timer belumhabis, router tetapharusmengirimkaninformasi routing karenadipicuolehperubahantersebut (triggered update).
ü  Mengatur routing menggunakan RIP tidakrumitdanmemberikanhasil yang cukupdapatditerima, terlebihjikajarangterjadikegagalan link padajaringan.


Kekurangan Dari RIP:
  • Jumlah host yang terbatas.
  • Ketikapertama kali dijalankan, RIP hanyamengetahuicara routing kedirinyasendiri (informasilokal / localhost) dantidakmengetahuitopologijaringantempatnyaberada.
2. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP adalahsebuah routing protocol yang dikembangkanoleh Cisco Systems Inc. padapertengahantahun 1980-an. Tujuanpenciptaan IGRP adalahuntukmenyediakanprotokol yang kuatuntuk routing dalamsistemotonomi. IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi default dariprotokolnyasendiriadalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dangarismenundasecara default untukmenentukanruteterbaikdalamsebuahinterkoneksi (Composite Metric, yang terdiriatas bandwidth, load, delay dan reliability).Protokolinimenggunakanalgoritma “distance vector”. Update routing padaprotokolinidilakukansecara broadcast setiap 90 detik.Pada IGRP, routing dilakukansecaramatematikberdasarkanjarak. Olehkarenaitu, sistem IGRP sudahmempertimbangkanbeberapahalsebelummengambilkeputusanjalurmana yang akanditempuh. Adapunhal yang harusdiperhatikantersebutadalah: load, delay, bandwitdh, realibility. Karena protocol inidiciptakanoleh Cisco, maka di dalamkumpulanjaringankompiuterterdapatperintahuntukmengaturprotokolini.
Kelebihan Dari Protokol IGRP:
o   Mendukungsampai 255 hop count
Kekurangan Dari ProtokolIGRP:
o   Jumlah host yang terbatas
o   Hanyabisaditerapkanpada router Cisco
3. OSPF (Open Short Path First)
OSPF adalahsebuah routing protocol standarterbuka yang telahdiaplikasikanolehsejumlah vendor jaringandandijelaskan di RFC 2328.Protokolinicocokditerapkanpadajaringan yang memiliki router yang berbeda-beda.COntohnya, jikajaringankomputerAndamemilikibanyak router, dantidaksemuanyaadalah router Cisco, makaAndatidakdapatmenggunakanIGRP.jadipilihanAndatinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jikajaringan yang dikelolaadalahjaringanbesar, maka OSPF adalahpilihanprotokolsatu-satunya agar semua router tersebutbisamelakukanrouting.OSPFbekerjadengansebuahalgoritma “link-state” yang disebutalgoritmaDijkstra / SPF. Cara kerjadariprotokoliniadalah: Pertama, sebuah “pohon” denganjalurterpendekakandibangun. Kemudian, routing table akandiisidenganjalur-jalurterbaik yang dihasilkandari “pohon” tersebut. OSPF hanyamendukung routing IP saja. Update routing table padaprotokolinidilakukansecarafloadedsaatterjadiperubahantopologijaringan. Bisadibilang, OSPF iniadalah route redistribution, yaitusebuahlayananpenerjemahantar routing protocol.
Kelebihan Dari ProtokolOSPF:
§  Tidakmenghasilkan routing loop.
§  mendukungpenggunaanbeberapaetricsekaligus.
§  bisamenghasilkanbanyakjalurkesebuahtujuanmembagijaringan yang besarmejadibeberapa area.
§  Waktu yang diperlukanuntukkonvergenlebihcepat.
§  dapatditerapkan di semua router merekapapun.
Kekurangan Dari ProtokolOSPF:
§  Membutuhkan basis data yang besar.
§  Lebihrumit.
4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Protokolinimenggunakanalgoritma “advanced distance vector” danmenggunakan “cost load balancing” yang tidaksama. Algoritma yang dipakaiadalahkombinasiantara “distance vector” dan “link-state”, sertamenggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untukmenghitungjalurterpendek.Distance vector protocol merawatsatu set metric yang kompleksuntukjaraktempuhkejaringanlainnya. Broadcast-broadcast EIGRP di-update setiap 90 detikkesemua router EIGRP yang berdekatan.Setiap update hanyamemasukkanperubahanjaringan. EIGRP sangatcocokuntukditerapkanpadajaringankomputer yang besar. IGRP dan EIGRP sama-samasudahmempertimbangkanmasalahbandwitdh yang adadan delay yang terjadi.
kelebihan EIGRP :
§  Melakukankonvergensisecaratepatketikamenghindariloop.
§  Memerlukanlebihsedikitmemoridanproses.
§  Adanyafitur “loop avoidance”
kekuranganEIGRP
§  Hanyadapatdigunakanuntuk Router Cisco
5. BGP (Border Gateway Protocol)
Sebagai routing protocol, BGP memilikikemampuanuntukmelakukanpengumpulanrute, pertukaranrutedanmenentukanruteterbaikmenujukesebuahlokasidalamsebuahjaringan.Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain adalah BGP termasukkedalamkategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).Update informasipadaprotokoliniakandikirimmelaluikoneksi TCP. Protokolinibiasadigunakansebagaikoneksiantara ISP dengan ISP danatauantara client dengan client lainnya.Dalamimplementasinya, protokolinidigunakanuntukmembuatrutedalamtrafik internet di antara autonomous system.
KelebihandariprotokolBGP :
ü  instalasi yang sangatsederhana.
kekurangandariprotokolBGP :
ü  keterbatasandalammempergunakantopologijaringan.
6. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
IS-IS adalahprotokoldigunakanpadaperangkatjaringankomputer yang bergunauntukmenentukanjalurterbaikbagi datagram ketikadiarahkanketujuan. Lebihlengkapnyadidefinisikandalam ISO / IEC 10589 2002 dalamdesainreferensi OSI.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10. JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL

JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL A.     Jenis – jenis routing protocol jaringankomputer Routing protocol adalahprotokoldalamjaringankomput...