Sabtu, 26 Januari 2019

10. JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL


JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL
A.    Jenis – jenis routing protocol jaringankomputer
Routing protocol adalahprotokoldalamjaringankomputer yang digunakanuntukmembroadcastdanmempelajarijaringan yang terhubungdanmempelajarirute (network path) yang tersedia.Dengan routing protocol, router yang berbedabisasalingbertukarinformasiantarasatu router dengan router laindanmendapatrute routing paling efisienketujuan.Jenis-jenis routing protocol pun beragam, diantaranya: OSPF, RIP, BGP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS. Bisadibilang, semuaprotokoltersebuttermasukkedalamjaringankomputer..
1. RIP (Routing Information Protocol)
RIP adalahprotokol yang memberikaninformasi routing table berdasarkan router yang terhubunglangsung. Kemudian, router selanjutnyaakanmemberikaninformasike router selanjutnya yang terhubunglangsungdengan router tersebut. Adapuninformasi yang diberikandalamprotokol RIP adalah: host, network, subnet, dan route default.
Protokolinimenggunakanalgoritma “distance vector”. Metric yang dilakukanpadaprotokoliniberdasarkan hop count untukpemilihanjalurterbaik.Jika hop count lebihdari 15, makapaket datagram akandibuangdantidakditeruskan. Update routing table padaprotokoliniakandilakukansecara broadcast setiap 30 detik.
protokol RIP initerbagimenjadiduabagian, yaitu:
  • RIPv1 (RIP versi 1)
    • Hanyamendukung routing class-full
    • Tidakada info subnet yang dimasukkandalam data perbaikan routing
    • Tidakmendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
    • Adanyafiturperbaikan routing broadcast
  • RIPv2 (RIP versi 2)
    • mendukung routing class-full dan class-less
    • info subnet dimasukkandalam data perbaikan routing
    • mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
    • adafiturperbaikan routing multicast
Secaraumum, RIPv2 tidakberbedajauhdengan RIPv1.Perbedaan yang adaterlihatpadainformasi yang diberikanantar router.Pada RIPv2, informasi yang dipertukarkanterdapatautentifikasi. Persamaan RIPv2 lainnyadengan RIPv1, yaitu:
  • Distance Vector Routing Protocol
  • Metric berupa hop count
  • Max hop count adalah 15
  • Menggunakan port 520
  • Menjalankan auto summary secara default
Sedangkanperbedaan RIPv2 dengan RIPv1 sebagaiberikut:
  • RIPv2 bersifat class-less routing protocol, yang artinya RIPv2 menyertakan field SM dalampaket update yang dikirimkansehingga RIPv2 dapatmendukung VLSM & CIDR
  • Mengirimkanpaket update &menerimapaket update versi 2
  • Mengirimkan update kealamat multicast yaitu 224.0.0.9
  • Auto Summary dapatdinonaktifkan
  • Mendukungfungsikeamananberupa authentication, yang dapatmencegah routing update dikirim / diterimadarisumber yang tidakterpercaya
Kelebihan Dari ProtokolRIP :
ü  Menggunakanmetode “Triggered Update”.
ü  Memiliki timer untukmengetahuikapan router haruskembalimemberikaninformasi routing.
ü  Jikaterjadiperubahanpadajaringan, sementarawaktupada timer belumhabis, router tetapharusmengirimkaninformasi routing karenadipicuolehperubahantersebut (triggered update).
ü  Mengatur routing menggunakan RIP tidakrumitdanmemberikanhasil yang cukupdapatditerima, terlebihjikajarangterjadikegagalan link padajaringan.


Kekurangan Dari RIP:
  • Jumlah host yang terbatas.
  • Ketikapertama kali dijalankan, RIP hanyamengetahuicara routing kedirinyasendiri (informasilokal / localhost) dantidakmengetahuitopologijaringantempatnyaberada.
2. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP adalahsebuah routing protocol yang dikembangkanoleh Cisco Systems Inc. padapertengahantahun 1980-an. Tujuanpenciptaan IGRP adalahuntukmenyediakanprotokol yang kuatuntuk routing dalamsistemotonomi. IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi default dariprotokolnyasendiriadalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dangarismenundasecara default untukmenentukanruteterbaikdalamsebuahinterkoneksi (Composite Metric, yang terdiriatas bandwidth, load, delay dan reliability).Protokolinimenggunakanalgoritma “distance vector”. Update routing padaprotokolinidilakukansecara broadcast setiap 90 detik.Pada IGRP, routing dilakukansecaramatematikberdasarkanjarak. Olehkarenaitu, sistem IGRP sudahmempertimbangkanbeberapahalsebelummengambilkeputusanjalurmana yang akanditempuh. Adapunhal yang harusdiperhatikantersebutadalah: load, delay, bandwitdh, realibility. Karena protocol inidiciptakanoleh Cisco, maka di dalamkumpulanjaringankompiuterterdapatperintahuntukmengaturprotokolini.
Kelebihan Dari Protokol IGRP:
o   Mendukungsampai 255 hop count
Kekurangan Dari ProtokolIGRP:
o   Jumlah host yang terbatas
o   Hanyabisaditerapkanpada router Cisco
3. OSPF (Open Short Path First)
OSPF adalahsebuah routing protocol standarterbuka yang telahdiaplikasikanolehsejumlah vendor jaringandandijelaskan di RFC 2328.Protokolinicocokditerapkanpadajaringan yang memiliki router yang berbeda-beda.COntohnya, jikajaringankomputerAndamemilikibanyak router, dantidaksemuanyaadalah router Cisco, makaAndatidakdapatmenggunakanIGRP.jadipilihanAndatinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jikajaringan yang dikelolaadalahjaringanbesar, maka OSPF adalahpilihanprotokolsatu-satunya agar semua router tersebutbisamelakukanrouting.OSPFbekerjadengansebuahalgoritma “link-state” yang disebutalgoritmaDijkstra / SPF. Cara kerjadariprotokoliniadalah: Pertama, sebuah “pohon” denganjalurterpendekakandibangun. Kemudian, routing table akandiisidenganjalur-jalurterbaik yang dihasilkandari “pohon” tersebut. OSPF hanyamendukung routing IP saja. Update routing table padaprotokolinidilakukansecarafloadedsaatterjadiperubahantopologijaringan. Bisadibilang, OSPF iniadalah route redistribution, yaitusebuahlayananpenerjemahantar routing protocol.
Kelebihan Dari ProtokolOSPF:
§  Tidakmenghasilkan routing loop.
§  mendukungpenggunaanbeberapaetricsekaligus.
§  bisamenghasilkanbanyakjalurkesebuahtujuanmembagijaringan yang besarmejadibeberapa area.
§  Waktu yang diperlukanuntukkonvergenlebihcepat.
§  dapatditerapkan di semua router merekapapun.
Kekurangan Dari ProtokolOSPF:
§  Membutuhkan basis data yang besar.
§  Lebihrumit.
4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Protokolinimenggunakanalgoritma “advanced distance vector” danmenggunakan “cost load balancing” yang tidaksama. Algoritma yang dipakaiadalahkombinasiantara “distance vector” dan “link-state”, sertamenggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untukmenghitungjalurterpendek.Distance vector protocol merawatsatu set metric yang kompleksuntukjaraktempuhkejaringanlainnya. Broadcast-broadcast EIGRP di-update setiap 90 detikkesemua router EIGRP yang berdekatan.Setiap update hanyamemasukkanperubahanjaringan. EIGRP sangatcocokuntukditerapkanpadajaringankomputer yang besar. IGRP dan EIGRP sama-samasudahmempertimbangkanmasalahbandwitdh yang adadan delay yang terjadi.
kelebihan EIGRP :
§  Melakukankonvergensisecaratepatketikamenghindariloop.
§  Memerlukanlebihsedikitmemoridanproses.
§  Adanyafitur “loop avoidance”
kekuranganEIGRP
§  Hanyadapatdigunakanuntuk Router Cisco
5. BGP (Border Gateway Protocol)
Sebagai routing protocol, BGP memilikikemampuanuntukmelakukanpengumpulanrute, pertukaranrutedanmenentukanruteterbaikmenujukesebuahlokasidalamsebuahjaringan.Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain adalah BGP termasukkedalamkategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).Update informasipadaprotokoliniakandikirimmelaluikoneksi TCP. Protokolinibiasadigunakansebagaikoneksiantara ISP dengan ISP danatauantara client dengan client lainnya.Dalamimplementasinya, protokolinidigunakanuntukmembuatrutedalamtrafik internet di antara autonomous system.
KelebihandariprotokolBGP :
ü  instalasi yang sangatsederhana.
kekurangandariprotokolBGP :
ü  keterbatasandalammempergunakantopologijaringan.
6. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
IS-IS adalahprotokoldigunakanpadaperangkatjaringankomputer yang bergunauntukmenentukanjalurterbaikbagi datagram ketikadiarahkanketujuan. Lebihlengkapnyadidefinisikandalam ISO / IEC 10589 2002 dalamdesainreferensi OSI.


9. ROUTING STATIC


ROUTING STATIC

A.    PengertianRotuting Static


Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paketjaringan dari satu jaringankomputer ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagaibrouter. Router- router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya. Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Routing static juga dapat dikatakan sebagai  suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (tabel routing) dengan konfigurasi manual. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan di dalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
Static route terdiri dari perintah-perintah konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan ke mana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya. Router tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Seorang administrator harus meng-update route static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Oleh karena itu routing static biasanya digunakan untuk membangun jaringan yang berskala kecil.

B.     Cara Kerja StaticRouting
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
ü  Cara kerja staticrouting dapat dibagi menjadi 3 bagian:
1.      Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
2.      Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
3.      Routingstatic digunakan untuk melewatkan paket data.

C.     Kelebihan Dan Kekurangan StaticRouting
Adapun keuntungan static routing adalah sebagai berikut :
1.     Static route lebih aman dibanding dynamic route karenastaticroutinghanyamengandunginformasiyang telahdimasukkansecara manual.
2.       Pemeliharan bandwidth network karena peng-update-an  informasi router membutuhkanbroadcasts yangterusmenerus.
3.    Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic.
4.        Beban kerja router terbilang lebih ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena pada saat konfigurasi router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada.
5.        Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu
6.        Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah.

Sedangkan kelemahan static routing adalah sebagai berikut:
1.     Administrasinya cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya jika   terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
2.     Tidak ada tolerasi kesalahan. Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.
3.     Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.
4.     Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya (gateway nya).

D.   Ciri – Ciri Routing Static
o   Jalurspesifikditentukanoleh admin jaringan.
o   Pengisiantabel routing dilakukansecara manual oleh admin jaringan.
o   Routing static inibiasanyadigunakanuntukjaringanberskalakecil.

E.    Cara MelakukanKonfigurasi Routing Static
Padasaatinginmengkonfigurasi routing static, kitahanyacukupkonfigurasipadabagianpengisianip address besertanetmasksecara manual, baikdari router maupun pc.Contoh : “ip add 192.168.1.1 255.255.255.252” Setelah router dan pc terbuhungkedalamjaringan, kemudianlakukan routing dengancaramengetikkanperintahiproute.Contoh : “ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.2.2” begitujugahalinisamadilakukan di router ke-2 hanyasajamenggantiip yang ada di bagian paling belakang (tidakbolehsama).













8. APA ITU ROUTING DAN SWITCHING


APA ITU ROUTING DAN SWITCHING

A.       ROUTING
Routing adalah proses untukmemilihjalur (path) yang harusdilaluiolehpaket. Jalur yang baiktergantungpadabebanjaringan, panjang datagram, type of service requesteddanpolatrafik. Padaumumnyaskema routing hanyamempertimbangkanjalurterpendek(the shortest path)
1.         Konsepdasar routin
Bahwadalamjaringan WAN kitaseringmengenal yang namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagaialamatsehinggapengirimanpaket data dapatsampaikealamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagitugasmasing-masingmulaidaripenerimaanpaket data sampaipengirimanpaket data dalamsistemsehinggajikaterjadipermasalahandalampengirimanpaket data dapatdipecahkandenganbaik.Berdasarkanpengirimanpaket data routing dibedakanmenjadi routing lansungdan routing tidaklangsung.
a.       Routing langsungmerupakansebuahpengelamatansecaralangsungmenujualamattujuantanpamelalui host lain. Contohkomputerdenganalamat 192.168.1.2 mengirimkan data kekomputerdenganalamat 192.168.1.3.
b.      Routing tidaklangsungmerupakansebuahpegelamatan yang harusmelaliuialamat host lain sebelummenujualamathisttujuan.Contohkomouterdenganalamat 192.168.1.2 mengirim data kekomputerdenganalamat 192.168.1.3 akantetapisebelummenujukekomputerdenganalamat 192.168.1.3. datadikirimterlebihdahulumelalui host denganalamat 192.168.1.5. kemudiandikanjutkankealamat host lain

2.         Jeniskonfigursi routing
a.       Miniml routing merupakan proses routing sederhanadanbiasanyahanyapemakaian local saja.
b.      Static routing ,dibangunpadajaringan yang memilikibanyak gateway. Jenisinihanyaamemungkinkanuntukjarinhankecildanstabil.
c.       Dinamic routing, biasanyadiguakanpadajaringan yang memilikilebihdarisaturute..
3.         Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
ü Direct Routing (direct delivery); paketdikirimkandarisatumesinkemesin lain secaralangsung (host beradapadajaringanfisik yang sama) sehinggatidakperlumelaluimesin lain atau gateway.
ü Indirect Routing (indirect delivery)paketdikirimkandarisuatumesinkemesin yang lain yang tidakterhubunglangsung (berbedajaringan) sehinggapaketakanmelewatisatuataulebih gateway atau network yang lain sebelumsampaikemesin yang dituju.
4.            Table routing
Router merekomendasikantentangjalur yang digunakanuntukmelewatkanpaketberdasarkaninformasi yang terdapatpadaTabel Routing.
Informasi yang terdapatpadatabel routing dapatdiperolehsecara static routingmelaluiperantara administrator dengancaramengisitabel routing secara manual ataupunsecaradynamic routingmenggunakanprotokol routing, dimanasetiap router yang berhubunganakansalingbertukarinformasi routing agar dapatmengetahuialamattujuandanmemeliharatabel routing.

Tabel Routing padaumumnyaberisiinformasitentang:
ü  Alamat Network Tujuan
ü  Interface Router yang terdekatdengan network tujuan
ü  Metric, yaitusebuahnilai yang menunjukkanjarakuntukmencapai network tujuan. Metric tesebutmenggunakanteknikberdasarkanjumlahlompatan (Hop Count)
Routing Protocolmaksudnyaadalah protocol untukmerouting.Routing protocol digunakanoleh router-router untukmemelihara /meng-update isi routing table.Padadasarnyasebuah routing protocol menentukanjalur (path) yang dilaluiolehsebuahpaketmelaluisebuahinternetwork.Contohdari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.

Routed Protocol (protocol yang diroutingkan) maksudnyaadalahprotokol-protokol yang dapatdirutekanolehsebuah router.Jadi protocol initidakdigunakanuntukmembuild routing tables, melainkandipakaiuntukaddressing (pengalamatan).Karenadigunakanuntuk addressing, maka yang menggunakan routed protocol iniadalah end devices (laptop, mobile phone, desktop, mac, dll). routerakanmembacainformasidari protocol inisebagaidasaruntukmemforwardpaket.Contoh routed protocol adalah IP, NetbeUI, IPX, Apple Talk danDECNet.

5.         PrinsipDasar Routing

Router memilikikemampuanmelewatkanpaket IP darisatujaringankejaringanlain yang mungkinmemilikibanyakjalurdiantarakeduanya. Router-router yang salingterhubungdalamjaringan internet turutsertadalamsebuahalgoritma routing terdistribusiuntukmenentukanjalurterbaik yang dilaluipaket IP dari system ke system lain. Proses routing dilakukansecara hop by hop. IP tidakmegetahuijalurkeseluruhanmenujutuuansetiappaket. IP routing hanyamenyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnyalebihdekatkhosttujuan.
Router dapatdigunakanuntukmenghubungkansejumlah LAN sehinggatrafik yang dibangkitkanolehsuatu LAN terisolasikandenganbaikdaritrafik yang dibangkitkanoleh LAN yang lain. Jikaduaataulebih LAN terhubungdengan router, setiap LAN dianggapsebagaisubnetwork yang berbeda.Meripdengan bridge, router da[at dihubungkan network interfaceyangberbeda.
Router terletakpada Layer 3 dalam OSI, router hanyaperlumengetahui Net-Id (no morjaringan) dari data yang diterimanyauntukditeruskankejaringan yang dituju. Cara kerjanyasetiappaket data yang datang, paket data tersebutdibukalaludibaca header paketdatanyakemudianmencocokanataumembandingkankedalam table yang adapada routing jaringandanditeruskankejaringan yang ditujumelaluisuatu interface.Untukmengetahui network mana yang akandilewatkan router akanmenambahkan (Logical AND) Subnet Mask denganpaketdatatersebut.
Dalamtugaskeduaini, dicobamengambarkan proses kerjapaket data IP melewatkan data TCP/IP dari host di Lab MTI kejaringan public. Permasalahannyaadalahuntukmengetahui port yang digunakandalam proses Http dan Ftp, nomor port tujuan, dan ARP / MAC Address routerdariwebsite
destinations.

Dalamsuatu table routing terdapat :
1) IP address tujuan.
2) IP address next hop router (gateway).
3) Flag, yang menyatakanjenis routing.
4) Spesifikasi network interface tempat datagram dilewatkan.

Dalam proses meneruskanpaketketujuan, IP router akanmelakukanhal-halberikut :
1. Mencari di table routing, entry yang cocokdengan IP address tujuam. Jikaditemukan, paketakandikirimke next hop router atau interface yang terhubunglangsungdengannya.
2. Mencari di table routing, entry yang cocokdenganalamat network dari network tujuan. Jikaditemukan, paketdikirmkenxt hop router tersebut.
3. Mencari di table routing, entry data yang bertanda default, jikaditemukan, paketdikirimke router tersebut.


B.  SWITCHING
Switching adalahsistemelektronik yang dapatdipakaiuntukmenghubungkanjalurkomunikasi .
1.      Jenis switching
a.       Circuit Switching
  Circuit switching merupakanmetodologipenerapanjaringantelekomunikasi di manadua node jaringanmembentuksuatusalurankomunikasikhusus (sirkuit) melaluijaringansebelum node dapatberkomunikasi.Rangkaianmenjamin bandwidth penuhdarisalurandantetapterhubungselamasesikomunikasi.Fungsisirkuitseolah-olah node secarafisikterhubungsebagaidengansebuahrangkaianlistrik.
   Contohmendefinisikanjaringan circuit-switched adalahjaringantelepon analog awal.Ketikapanggilandilakukandarisatuteleponke yang lain, switch dalampertukaranteleponmembuatsirkuitkawatterusmenerusantarakeduatelepon, selamapanggilanberlangsung.
   Circuit switching berbedadengan packet switching yang membagi data yang akanditransmisikanmenjadipaket-paketditransmisikanmelaluijaringansecaramandiri. Packet switching yang saham bandwidth jaringan yang tersediaantarasesikomunikasi.
    Dalam circuit switching, penundaan bit konstansaatsambunganberlangsung, karenabertentangandengan packet switching, di manaantrianpaketdapatmenyebabkanberbagaipenundaanpaket transfer. Setiapsirkuittidakdapatdigunakanolehpeneleponlainsampaisirkuitdilepaskandankoneksibarusudahdiatur. Bahkanjikatidakadakomunikasi yang sebenarnyamulaiterjadi, salurantersebuttetaptersediauntukpengguna lain. Saluran yang tersediauntukpanggilanbarudikatakanmenganggur.    Virtual sirkuit switching adalahteknologi packet switching yang mengemulasi circuit switching, dalamartibahwasambungandibuatsebelumpaket yang ditransfer, danpaket yang dikirimkansecaraberurutan.
b.      Packet Switching
    Packet switching adalahjaringanmetodekomunikasi digital yang kelompoksemua data yang ditransmisikan – terlepasdarikonten, tipestruktur, atau – menjadiblok-blokberukuran yang sesuai, yang disebutpaket. Packet switching fiturpengirimanvariabel-bit-rate data stream (urutanpaket) melaluijaringanbersama. Ketikamelintasi adapter jaringan, switch, router dan node jaringanlainnya, paket buffer danantri, mengakibatkanpenundaanvariabeldan throughput tergantungpadabebanlalulintasdalamjaringan.  Packet switching yang berbedadenganparadigma lain jaringanutama, rangkaian switching, sebuahmetode yang menyiapkansejumlahkoneksi dedicated dari bit rate konstandanpenundaankonstanantara node untukpenggunaaneksklusifselamasesikomunikasi. Dalamhalbiayalalulintas (sebagailawan flat rate), misalnyadalamlayanankomunikasiselular, switching sirkuitiniditandaidenganbiaya per satuanwaktudariwaktukoneksi, bahkanketikaada data yang ditransfer, sedangkan packet switching dicirikandenganbiaya per unit informasi.  Dua mode paket switching yang utamaada; (1) packet switching connectionless, jugadikenalsebagai datagram switching, dan (2) beralihberorientasikoneksipaket, jugadikenalsebagai switching sirkuit virtual. Dalamkasuspertamamasing-masingpaketmencakupinformasipengalamatanatau routing yang lengkap.Paket-paket yang diarahkansecara individual, sehinggamenyebabkanberbagaijalan yang berbedadan out-of-order pengiriman.Dalamkasuskeduakoneksididefinisikandanpreallocated di setiap node yang terlibatselamafasekoneksisebelumsemuapaketditransfer



10. JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL

JENIS-JENIS ROUTING PROTOCOL A.     Jenis – jenis routing protocol jaringankomputer Routing protocol adalahprotokoldalamjaringankomput...